Belajar pada Alam

17 Apr
Belajar Pada Alam

Belajar Pada Alam

Persepsi Mengenai Belajar, Belajar didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan ilmu atau kepandaian. Kebanyakan persepsi mengidentikan belajar dengan pendidikan di bangku sekolah. Berbagai ilmu didapatkan dari belajar, khususnya ilmu yang bersifat akademis. Tak dapat dipungkiri bahwa institusi pendidikan semakin ramai dengan para manusia yang ingin mendapatkan ilmu. Seiring dengan semakin berkembangnya pengetahuan manusia, terjadilah perkembangan belajar. Belajar dapat dilakukan dengan alam. Sebagai medianya. Wawasan terhadap alam bahkan menjadi salah satu latar belakang berdirinya sekolah alam. Di Indonesia sendiri, sekolah alam telah berdiri di berbagai wilayah seperti Bogor, Jakarta,Palembang, hingga Bengkulu. Terlepas dari pro dan kontra mengenai pelaksanaan kurikulum yang diterapkan dalam sekolah alam ini.

Alam sebagai Guru
Istilah guru telah mengalami perluasan makna. Guru tidaklah harus berbentuk manusia yang berdiri mengajar di depan kelas sambil sesekali berjalan mendatangi bangku murid-muridnya. Pengalaman telah dianggap sebagai guru yang baik dalam kehidupan. Saya rasa hampir semua orang sependapat dengan hal ini. Bagaimana dengan alam? Apakah Anda telah menjadikan alam sebagai guru?

Anda tahu bahwa tanaman dapat menjadi guru yang baik? Sebuah pohon pisang merupakan contoh yang akan saya coba hadirkan. Seorang berlatar belakang kehidupan perdesaan dan pendidikan di salah satu institusi pendidikan di Bandung berhasil menemukan rahasianya.

Pohon pisang tentu tidak asing dalam kehidupan kita. Dibalik kehadirannya yang berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia, pohon ini dapat memberikan pelajaran yang luar biasa bagi kita. Tanaman pisang tidak akan pernah mati bila belum menghasilkan buah. Cobalah Anda tebang sebuah pohon pisang hingga habis. Tak beberapa lama, di tempat dimana kita menebang pohon akan kembali tumbuh tunas pisang baru. Anda terhenyak? Setidaknya itulah yang saya rasakan saat mengetahuinya. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk terus berjuang hingga mencapai cita-cita. Tak peduli sesulit apapun hambatan yang menghadang. Bila baru sekali atau lima kali gagal, lalu Anda menyerah tak malukah pada pohon pisang?.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: